KAYUBIHI – Pemanfaatan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi terus didorong melalui Pelatihan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Hari Ke-2 di Desa Kayubihi. Mengusung tema Pelatihan Pengelolaan Hasil Pertanian dan Pembuatan Jajanan, kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, di Ruang Perpustakaan Desa Kayubihi ini mengajak peserta mengolah singkong, keladi, dan pisang menjadi aneka produk pangan yang menarik dan berpotensi untuk dipasarkan.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 WITA dengan arahan dari narasumber mengenai tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan. Para peserta kemudian menyiapkan berbagai bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk praktik pengolahan pangan lokal.
Pada pelatihan hari kedua ini, peserta mempraktikkan pembuatan beberapa produk, yaitu Stik Singkong atau Fiber Chip, Chips Keladi, Bolu Pisang, serta Puding berbahan dasar Keladi dan Singkong.
Tahap awal kegiatan dilakukan dengan menyiapkan dan membersihkan bahan baku, khususnya singkong dan keladi. Setelah seluruh bahan siap, peserta mendapatkan arahan mengenai resep dan teknik pengolahan dari para narasumber.
Salah satu produk yang diperkenalkan adalah fiber stik singkong, yang dikembangkan sebagai camilan kekinian dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Narasumber menjelaskan proses pembuatan, kemudian peserta langsung mempraktikkannya dengan pendampingan.
Kegiatan berlanjut pada pembuatan chips keladi menggunakan resep yang telah diteliti di laboratorium. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai resep, tetapi juga mengikuti proses pengolahan secara langsung mulai dari persiapan bahan hingga menghasilkan produk.
Ketiga narasumber secara kolektif memberikan pendampingan kepada peserta dalam setiap tahapan. Pola pelatihan yang mengutamakan praktik langsung tersebut membuat peserta dapat memahami proses pengolahan secara lebih menyeluruh.
Setelah menyelesaikan pembuatan fiber stik singkong dan chips keladi, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan puding dan bolu pisang. Beragam produk yang dihasilkan memperlihatkan peluang pengembangan bahan pangan lokal menjadi aneka jajanan dengan tampilan dan nilai jual yang lebih menarik.
Tidak berhenti pada proses produksi, peserta juga mendapatkan pengalaman dalam tahap pengemasan dan pelabelan produk. Produk yang telah selesai dibuat kemudian dikemas dan diberikan label yang telah dipersiapkan.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam pelatihan karena kemasan dan label dapat menjadi identitas produk ketika nantinya dipasarkan. Dengan demikian, peserta tidak hanya belajar mengolah bahan pertanian menjadi makanan, tetapi juga diperkenalkan pada tahapan awal pengembangan produk untuk kebutuhan usaha.
Kegiatan kemudian ditutup bersama Perbekel Desa Kayubihi. Dalam penutupan tersebut, Perbekel menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan pengolahan hasil pertanian dan berharap keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu ciri khas produk Desa Kayubihi.
“Kami berharap pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian ini dapat berguna bagi masyarakat yang mengikuti dan nantinya dapat menjadi ciri khas produk Desa Kayubihi.”
Sementara itu, perwakilan narasumber, Dr. Ir. Komang Ayu Nocianitri, M.Agr.Sc., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat dilanjutkan hingga produk yang dihasilkan mampu dipasarkan secara lebih luas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di saat pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan hingga produknya dapat dijual secara masal.”
Ia juga menilai pelatihan dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak memberikan efektivitas dalam proses pembelajaran dan pendampingan.
“Pelatihan dengan jumlah sedikit seperti ini malah lebih efektif dilaksanakan karena berjalan sangat efektif dan semua peserta sangat antusias.”
Pelatihan hari kedua ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal Desa Kayubihi. Singkong, keladi, dan pisang yang mudah dijumpai di masyarakat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki potensi nilai tambah.
Melalui keterampilan pengolahan, pengemasan, dan pendampingan yang berkelanjutan, produk hasil pelatihan diharapkan dapat terus dikembangkan hingga mampu menjadi produk unggulan dan mendukung pertumbuhan usaha ekonomi produktif masyarakat Desa Kayubihi.